You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Bojongslawi
Desa Bojongslawi

Kec. Lohbener, Kab. Indramayu, Provinsi Jawa Barat

INDRAMAYU BERMARTABAT (Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat) Kota Mangga Gedong Gincu

Sejarah Desa Bojongslawi

Administrator 21 September 2022 Dibaca 321 Kali
Sejarah Desa Bojongslawi

           Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa  pahlawannya dan tidak melupakan sejarah asal usulnya, inilah yang menjadi dasar bagi kami pemerintah Desa Bojongslawi berusaha terus menggali, menemukan dan melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah yang berhubungan dengan cikal bakal berdirinya Desa Bojongslawi dan merupakan berdirinya Desa Bojongslawi

           Pada awal mulanya Desa Bojongslawi adalah asal Desa Legok Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu dan setelah Desa Legok Terlalu luas dan banyak penduduknya, maka para sesepuh dan Tokoh masyarakat yang ada di pinggir Desa atau pinggir kali cimanuk tepatnya di blok Gablog, blok winong, blok slaur lor, blok singa raga mengadakan musyawarah internal antar tokoh masyarakat untuk merencanakan pemekaran / pemisahan dari Desa Legok. Pada hari dan bulan serta tahun berikutnya seluruh masyarakat serta tokoh masyarakat yang letaknya tersebut diatas sudah sepakat untuk di pekar dan pisah dari Desa Legok dan sepakati oleh LMD ( Lembaga Musyawarah Desa ) .

            Tepatnya pada hari jum’at tanggal 17 Nopember 1983 secara resmi memisahkan diri dan menjadi Desa Baru yang diberi nama DESA BOJONGSLAWI  yang mana pada waktu peresmianya di Musholla “AL-MISHBAH” blok gablog dengan bersamaan adanya pelaksanaan shalat gerhana matahari, ketika itu pula masyarakat yang hadir dalam peresmian / syukuran atas jadinya Desa Bojongslawi tersebut. Disaat – saat itu masyarakat yang sedang mengadakan perkumpulan atas jadinya Desa Bojongslawi ada diantara masyarakat yang menanyakan tentang bagaimana dan kenapa pemekaran / pemisahan Desa ini dinamakan Desa Bojongslawi diantara dari salah satu tokoh masyarakat atau pemuka masyarakat maka menjawab dengan penjelasan yang simpel, bahwa kenapa Desa pemekaran dari Desa Legok ini dinamakan Desa bojongslawi adalah mengambil nama dari semua blok yang ada diarea yang sekarang menjadi Desa Bojongslawi diantaranya yaitu blok bojong, blok slaur dan blok winong dan secara simpelnya Desa Bojongslawi tersebut asal kepanjangan / singkatan  dari Bojong Slaur Winong. Pada sempatan ini pula masih ada dari masyarakat bertanya “ ko kenapa hanya bojong slaur winong saja yang dibawa dalam katagori Desa Bojongslawi ini “ jawaban dari tokoh masyarakat adalah biasanya yang dibawa dalam rangkaian Bojongslawi hanya bojong slaur winong saja, karena di blok gablog ini selaku sesepuh atau basisnya Desa Bojongslawi ini dan masih termasuk formalitasnya blok winong.

            Selanjutnya setelah jadi dan resmi menjadi Desa Bojongslawi, maka dari semua komponen masyarakat itu merencanakan untuk pembangunan bangunan Mesjid dan banguanan Kantor Kuwu Desa Bojongslawi dengan berbagai macam cara untuk bisa tercapainya rencana pembangunan tersebut , dari mulai pengajuan proposal , mencari jariyah masal didalam Desa maupun di luar Desa Bojongslawi juga dengan cara gotong-royong masyarakat agar dapat tercapainya rencana pembangunan kantor kuwu dan mesjid tersebut. Setelah apa yang menjadi keinginan masyarakat Bojongslawi tercapai / terlaksana, maka lengkaplah sudah dikatakan Desa yang memenuhi syarat.

            Disamping itu pula ada hal-hal yang berkaitan dengan keberadaan Desa Bojongslawi tersebut, bahwa adanya dilingkup Desa ini di kelilingi beberapa Buyut – buyut atau leluhur – leluhur yang telah lama tiada yang hanya terlihat batu nisannya saja atau juga disebut dengan TPU ( Taman Pemakaman Umum ) yang mana kata para sepuh – sepuh Desa itu kadang kala pernah melihat bahwa adanya hal – hal goib yang mana secara logika tidak masuk akal, tetapi itu semua kadang selalu terjadi, seperti halnya ada mitos tepatnya di TPU Patra Gati ditempat itu ada makam yang mana ada sekilas sejarah tentang asal usul makam tersebut yaitu pada zaman dahulu kala semassa masih awal Babab tanah Indramayu dan terkait dengan kisah Para Wali yang ada di Cirebon, pada suatu ketika ada segrombolan pasukan utusan dari Cirebon sedang mengadakan penyisiran wilayah / perjalanan tugas pasukan tersebut atas dasar perintah dari Waliyullah Sunan Gunung Jati / Syeh Syarip Hidatullah Cirebon. Dengan membawa misi dari Kanjeng Sunan pasukan itu pada saat diperjalanan dan tepatnya tiba ditepi alur sungai kali Cimanuk tepatnya di TPU  ( Taman Pemakaman Umum ) Patra Gati tersebut pemimpin pasukan itu mendadak jatuh sakit lalu istirahat ditempat itu dan akhirnya Allah SWT menghendaki mencabut nyawa sang pemimpin pasukan utusan Sunan Gunung Jati tersebut. Dengan adanya kisah tersebut maka TPU ( Taman Pemakaman Umum ) diberi nama TPU Patra Gati asal dari kepanjangan pemakaman dari salah satu Pasukan Sunan Gunung Jati .Dan setelah itu ditempat TPU tersebut ada mitos – mitos tertentu salah satunya adalah dipekuburan itu ada benda sebuah tongkat kecil panjangnya kurang lebih 1 meter atau seukuran tongkat, dan ada suatu keajaiban pada tongkat itu dikala ada masyarakat yang lagi kena musibah kehilangan harta bendanya dan ketika datang ke pemakaman tersebut lalu  si musibah bertanya kepada juru kunci makam disitu dan akhirnya juru kunci itu menyarankan serta memberitahukan tentang hal apa yang ada dan terjadi disaat acara permohonan atau ritual yang akan dilakukan. Singkatnya pada saat ritual menunjukan kepada salah satu orang yang dicurigai selaku tersangka, maka secara aneh tongkat yang tadinya seukuran ternyata bisa memanjang dengan sendirinya tapi bila yang disebut atau dicurigai bukan tersangka maka tongkat itu akan tetap seperti semula dan dalam hal ini masih berjalan sampai saat ini yaitu tertulis di tahun 2012.

            Dilain lokasi ada pula mitos di blok Singa Raga dan disitu ada sebuah pemakaman yang ada nisannya saja, kata masyarakat disitu menyebutkan dengan sebutan “ Buyut Singa Raga “ Pada awalnya sejarah buyut itu ada sebuah cahaya yang terang dan tampak terlihat bentuk, ketika itu sesepuh yang melihat bentuk cahaya tersebut mendekati cahaya yang berbentuk itu anehnya begitu tiba didekat tempat itu ternyata tidak ada apapun yang dilihatnya, setelah itu sambil menggerutu lalu jalan – jalan masih diaera dekat kejadian tersebut akhirnya sesepuh itu menemukan yang diduga adalah nisan atau pemakaman yang tidak tahu makan siapakah yang berada disitu. Selanjutnya sesepuh itu sesuai kejadian yang dialami ,maka Buyut itu dinamakan Sirna Raga tetapi setelahnya  itu kemudian banyak masyarakat yang mendengar ketika malam hari ada suara auman seekor singa , maka akhrinya Buyut tersebut diganti namanya dengan sebutan “BUYUT SINGA RAGA “  . Disitu pula ada sebuah sumur yang konon menurut riwayat sesepuh yang dulu menyatakan bahwa sumur tersebut mempunyai suatu keramat , “ jikalau kemudian hari Desa ini terjadi sesuatu wabah penyakit yang sangat ganas maka mandilah disumur itu insya Allah akan segera terbebas dari wabah penyakit dan sembuh kembali “ tapi pada saat ini sumur tersebut sudah tidak terlihat karena tertutup oleh besarnya akar-akar pohon asam diatas sumur tersebut. Pada suatu ketika ada seorang yang memimpikan agar ditempat itu selain TPU ( Taman Pemakaman Umum ), Pendopo juga dibuatkan prasasti , memo / lambang patung singa, dan akhrinya dibuatlah pantung singa yang posisinya lagi mendekam dan mata terpancar di sebelah barat jalan poros Desa oleh Warga setempat.

            Pada suatu ketika setelah pembuatan patung singa itu terwujud ada hal-hal yang aneh terjadi dan itu langsung dilihat oleh seseorang warga , pada suatu malam sedang berjalan di area itu melewati patung singa mendadak kaget dan tercengang karena melihat patung singa itu memancarkan sinar / cahaya yang tajam seperti singa hidup ( singa beneran ) dan warga yang melihatnya lari tunggang langgang ketakutan melihat kejadian itu, keesokan harinya penasaran dan mendatangi patung singa , ternyata tidak ada apa-apa masih tetap hanya hiasan belaka dan kesimpulannya ditempat itu masih mengandung mitos – mitos yang kuat, masyarakat pun sebagian pernah melihat kejadian – kejadian yang aneh tersebut.

            Masih dilingkup Desa Bojongslawi tepatnya di Blok Slaur Jaya yang mana disitu ada tempat keramat yang di sebut Buyut Waru dan ditempat itu pula masih mengandung mitos yang sangat kuat karena sesuai sejarah dan pula masyarakat yang langsung mengetahui kejadian – kejadian yang mungkin diluar jangkauan akal manusia, tetapi karena itu terjadi, maka kami yakin terhadap adanya hal – hal gaib karena itu hakekatnya atas kehendak Allah SWT.

            Sebatas kulasan singkat bahwa ditempat Buyut itu adalah yang menghuni jalur kawasan kali cimanuk yang sangat bersejarah dan penuh dengan legenda – legenda sangat kuat,  ditempat itu ada hal gaib / makhluk gaib yang menetap dan sangat sering menampakkan diri ada yang berupa manusia laki – laki berpakaian adat sampang , juga ada yang berupa manusia perempuan yang cantik .

            Demikia sejarah Desa Bojongslawi agar semua lapisan masyarakat dapat mengetahui sejarah Desanya sebagai pedoman pembangunan dari masa ke masa yang akan datang .

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image